Hubungan Penduduk, Masyarakat Dan Kebudayaan Terhadap Kehidupan Sosial

Hubungan Penduduk, Masyarakat Dan Kebudayaan Terhadap Kehidupan Sosial

Halooooooooooo.................

Tidak akan di sebut Penduduk/Masyarakat jika tidak ada manusia nya dong??
Yap pertama saya akan menjelaskan tentang pengertian manusia

Apa sih Manusia itu menurut kalian??
- Kalau menurut saya manusia adalah makhluk yang sangat kompleks, mempunyai akal sehat yang selalu bisa membantunya untuk bisa hidup atau berfikir bagaimana cara memperkaya diri mereka masing-masing, dan yang pasti manusia tidak bisa hidup sendiri, karena manusia itu adalah makhluk sosial.


Kita itu sering di sebut dengan sebutan "Penduduk" ataupun "Masyarakat", kalian sering kan denger kata-kata itu? Haha dan kalian tau gak apa itu Penduduk dan Masyarakat?

Penduduk itu kalau menurut saya sendiri adalah manusia atau orang dengan jumlah agak banyak, yang sudah mendiami sebuah kawasan atau wilayan tertentu dengan cukup lama.

Masyarakat nih sekarang, Masyarakat itu adalah sekelompok manusia atau orang dengan jumlah banyak yang saling terkait antara satu dengan lainnya, bisa dibilang saling interaksi satu dengna lainnya. nah dari sebutan "MASYARAKAT" sudah terlihat bahwasannya manusia adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya (Manusia Tidak Dapat Hidup SENDIRI). 


Tapi beberapa para ahli menyatakan kalau manusia itu seperti ini..


  1. # NICOLAUS D. & A. SUDIARJA: Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang
  2. # ABINENO J. I: Manusia adalah "tubuh yang berjiwa" dan bukan "jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana"
  3. # UPANISADS; Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik
  4. # SOKRATES: Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar
  5. # KEES BERTENS: Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan
  6. # I WAYAN WATRA: Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa
  7. # OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANY: Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan
  8. # ERBE SENTANU: Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain
  9. # PAULA J. C & JANET W. K: manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan


Nah itu lah kata para Ahli dan kata saya sendiri haha sekarang kalau di liat-liat banyak manusia yang berkepribadian seperti bangsa timur, Apa sih yang di maksut dengan Kepribadian bangsa timur??
  • Kepribadian bangsa timur dapat diartikan suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi yang tinggi. Kepribadian bangsa timur sangat identik dengan benua Asia khususnya Indonesia. Kepribadian bangsa timur identik menjunjung nilai kesopanan yang lebih tinggi dibanding budaya barat. Selain itu, kepribadian bangsa timur khususnya Indonesia juga lebih terbuka dan ramah tamah serta lebih bersahabat. Bangsa timur juga amat peduli dengan orang lain hal ini dibuktikan dengan adanya sikap saling tolong menolong dengan sesama dan bergotong royong. Dan kebanyakan masyarakatnya lebih agamis.
Kita ini bangsa Indonesia yang mempunyai banyak sekali budaya. yang dapat di sebut "Kebudayaan Indonesia", nah kebudayaan ini menurut pandangan orang-orang itu berbeda-beda, contohnya nih ada 3.

  1. Kebudayaan adalah cara berfikir dan cara merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan sekelompok manusia yang membentuk kesatuan sosial (masyarakat) dalam suatu ruang dan waktu.
  2. Kebudayaan sebagai keseluruhan yang mencakup pengetahuan kepercayaan seni, moral, hukum, adat serta kemampuan serta kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.
  3. Kebudayaan merupakan hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya yaitu masyaraakat yang menghasilkan tekhnologi dan kebudayaan kebendaan yang terabadikan pada keperluan masyarakat. Rasa yang meliputi jiwa manusia yaitu kebijaksanaan yang sangat tinggi di mana aturan kemasyarakatan terwujud oleh kaidah-kaidah dan nilai-nilai sehingga denga rasa itu, manusia mengerti tempatnya sendiri, bisa menilai diri dari segala keadaannya.
Unsur-Unsur Kebudayaan Indonesia

Bahasa
        Bahasa merupakan salah satu unsur kebudayaan  yang dapat di sebut sebuah sistem yang membuat manusia  saling berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat. Bahasa dengan budaya sangatlah berkaitan erat karena dari setiap Budaya tidak lah lepas dari adanya suatu bahasa dan tentunya berbeda-beda bahasa pun menunjukan adanya budaya yang berbeda-beda dan beragam. Contohnya : Ketika kita masuk ke daerah Sunda tentunya kita dapat menilai bahwa dari bahasa yang mereka ucapkan itu watak dari orang-orang sunda itu ramah, sopan, santun.

Kesenian
        Setelah memenuhi kebutuhan fisik tentunya manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan diri manusia yang merupakan sebagai sarana hiburan dan kesenian ini sangatlah mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga mereka. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks. Sebagai perwujudan dari adanya kebutuhan manusia akan suatu sarana hiburan ( kebutuhan psikis ). Kesenian di tiap-tiap daerah tentunya memiliki perbedaan dan ciri masing-masing namun semuanya tentunya memiliki bentuk dan keindahan tersendiri yang menjadi cirri khas nya masing-masing. Contohnya : Di suku sunda terkenal dengan alat-alat music yang terbuat dari bambu yang tentunya memiliki filosofi masing-masing dari setiap alat musik tersebut seperti angklung alat memiliki filosofi  persatuan atau kebersamaan. Sebab, dalam bermain angklung harus dilakukan bersama-sama. Sejago apapun seseorang, tidak akan indah nadanya jika hanya bermain sendiri .

Religi
        Suatu kebudayaan tentunya tidak lepas dari adanya suatu kepercayaan atau suatu keyakinan atau yang sering di sebut dengan Agama hal tersebut terjadi di karenakan ada kalanya pengetahuan, pemahaman, dan daya tahan fisik manusia dalam menguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. Secara bersamaan, muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini, yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya. Sehubungan dengan itu, baik secara individual maupun hidup bermasyarakat, manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta. Selain itu system kepercayaan atau system keyakinan ini pun dapat mempengaruhi Kesenian dan kebudayaan yang ada di masyarakat. Contohnya : Orang-orang bali yang menganut agama Hindu tentunya kebudayaan nya pun akan menuruti dengan apa yang menjadi keyakinan mereka seperti adanya acara-acara keagamaan yang menjadi kebudayaan dan kesenian mereka sendiri yang menjadi cirri khas dari masyarakat bali tersebut, seperti adanya upacara yang memadukan alat music yang tujuannya untuk memuja dewa dan dewi yang mereka percayai.

Sistem Pengetahuan
        Sistem pengetahuan disini merupakan suatu unsur kebudayaan yang berfungsi untuk menjawab memecahkan suatu masalah dengan ilmu pengetahuan yang ada. Dan system pengetahuan disini tentunya di dapat dari adanya suatu proses yang di namakan belajar. Contohnya : Sistem pengetahuan masyarakat laut dan masyarakat pertanian tentunya berbeda, masyarakat pesisir laut tentunya memiliki pengetahuan bagaimana cara melaut yang baik dan benar sehingga mereka dapat mengetahui kapan waktu yang tepat untuk pergi melaut, sedangkan masyarakat pertanian tentunya sistem pengetahuan mereka lebih menekankan kepada bidang bercocok tanam. Dengan kata lain dapat di katakana bahwa masyarakat atau manusia itu memiliki sistem pengetahuan yang berbeda satu sama lain nya tergantung dari situasi lingkungan mereka masing-masing.

Sistem Kemasyarakatan
        Sistem kemasyarakatan atau sistem social tentunya sangatlah di butuhkan manusia untuk hidup berkelompok, berorganisasi dan bermasyarakat Sistem kemasyarakatan ini muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing – masing antar individu sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu. Dan biasanya di Indonesia ini sistem kemasyarakatan adat lah yang di anut karena sistem ini biasanya bertumpu kepada warisan leluhur dan menjungjung tinggi adat istiadat yang merupakan jati diri nya. Sistem kemasyarakatan adat disini cirri-cirinya bersifat mengikat dan barang siapa yang melanggar maka akan di beri hukuman. Contohnya : Masyarakat baduy yang merupakan masyarakat yang menganut ajaran sunda wiwitan yang tak menghilangkan adat istiadat dari leluhur mereka, mereka cenderung berpegang teguh pada nilai yang di wariskan oleh nenek moyang nya dan bagi yang melanggar maka akan di hukum yaitu di keluarkan dari masyarakat baduy tersebut maka kita mengenal dengan sebutan baduy dalam (yang masih berpegang teguh pada ajaran leluhur) dan baduy luar (yang sudah mengenal budaya modern).

Mata Pencaharian Dan Sistem Ekonomi
        Dalam kehidupannya manusia tentu membutuhkan suatu mata pencaharian dan sistem ekonomi untuk bertahan hidup, selain itu dengan adanya mata pencaharian dan sistem ekonomi manusia dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya yang meliputi kebutuhan produksi, distribusi, dan konsumsi. Hal tersebut pun tentunya harus sesuai dengan apa yang menjadi potensi di daerah nya masing-masing yang bisa di jadikan sebagai mata pencaharian dan sistem ekonomi. Contohnya : Di daerah laut tentunya merupakan ladangnya bagi para nelayan untuk mencari ikan sebagai mata pencahariannya dan tentunya sistem ekonomi mereka tidak lah jauh dari proses produksi, konsumsi, dan distribusi yang berkaitan dengan apa hasil dari mata pencaharian mereka berupa hasil-hasil laut.

Peralatan dan perlengkapan hidup manusia
        Sistem peralatan dan perlengkapan hidup manusia atau yang sering di sebut tekhnologi merupakan suatu sistem yang di ciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, karena dengan adanya suatu tekhnologi maka manusia akan semakin mudah untuk memenuhi kebutuhannya. Contohnya: Seperti masyarakat pedesaan lebih mengenal alat-alat untuk bekal mereka hidup di pedesaan yang lebih sering di habiskan untuk mengolah sawah ataupun berkebun seperti kerbau dan traktor untuk membajak sawah, selain itu ada pula pakaian, makanan, dan lain sebagainya dan tentunya berbeda jika di bandingkan dengan peralatan dan perlengkapan masyarakat kota.


Wujud Kebudayaan



Bidang seni
  • Seni batik

        Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa pada masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga pada masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.contohnya: batik jawa,batik cirebon,batik solo,batik yogyakarta,dll

  • Seni tari

        Tari adalah gerak tubuh secara beriramayang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran. Bunyi-bunyian yang disebut musik pengiring tari mengatur gerakan penari dan memperkuat maksud yang ingin disampaikan. Gerakan tari berbeda dari gerakan sehari-hari seperti berlari, berjalan, atau bersenam. Gerak di dalam tari bukanlah gerak yang realistis, melainkan gerak yang telah diberi bentuk ekspresif dan estetis.

        Sebuah tarian sebenarnya merupakan perpaduan dari beberapa buah unsur,yaitu wiraga (raga), Wirama (irama), dan Wirasa (rasa). Ketiga unsur ini melebur menjadi bentuk tarian yang harmonis. Unsur utama dalam tari adalah gerak. Gerak tari selalu melibatkan unsur anggota badan manusia. Unsur- unsur anggota badan tersebut didalam membentuk gerak tari dapat berdiri sendiri, bergabung ataupun bersambungan.contohnya: Tari Saman Meuseukat, Tari Kecak, Tari Pendet,Tari Gambyong,dll.

  • Seni wayang

        Wayang adalah seni dekoratif yang merupakan ekspresi kebudayaan nasional. Disamping merupakan ekspresi kebudayaan nasional juga merupakan media pendidikan, media informasi dan hiburan. Wayang merupakan media pendidikan, karena ditinjau dari segi isinya banyak memberikan ajaran – ajaran kepada manusia. Baik manusia sebagai individu atau sebagai anggota masyarakat. Jadi wayang dalam media pendidikan, terutama pendidikan budi pekerti, besar sekali manfaatnya. Wayang menjadi media informasi, karena dari segi penampilannya, sangat komunikatif dan dapat dipakai untuk memahami suatu tradisi, serta dapat dipakai sebagai alat untuk mengadakan pendekatan kepada masyarakat, dan memberikan informasi mengenai masalah – masalah kehidupan serta segala seluk – beluknya. Wayang juga dianggap sebagai media hiburan, karena wayang dipakai sebagai pertunjukan di dalam berbagai macam  keperluan  hiburan. Selain dihibur para peminat dibudayakan dan diperkaya secara spiritual.contohnya: Wayang kulit,Wayang golek, Wayang Suluh, Wayang Wahyu,dll.

Perubahan Sosial Budaya di Indonesia

Pengertian Perubahan Sosial Budaya
Perubahan sosial budaya adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur sosial dan unsur-unsur budaya dalam kehidupan masyarakat.
Penyebab Perubahan Sosial dan Budaya
a. Faktor intern
1. Bertambah atau berkurangnya penduduk
2. Penemuan-penemuan baru (inovation) dan gagasan baru
3. Pertentangan-pertentangan dalam masyarakat (konflik)
4. Pemberontakan atau revolusi
b. Faktor ekstern
1. Perubahan lingkungan fisik manusia (bencana alam )
2. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain (defusi)
3. Peperangan
Faktor Pendorong Terjadinya Perubahan Sosial Budaya
• Kontak dengan kebudayaan masyarakat lain
• Sistem pendidikan dan ilmu pengetahuan yang maju
• Sistem lapisan masyarakat yang berbeda
• Penduduk yang heterogen
• Ketidakpuasan manusia

Faktor Penghambat Terjadinya Perubahan Sosial Budaya

• Kurangnya hubungan dengan masyarakat luar
• Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
• Sikap masyarakat yang tradisional
• Adanya kepentingan-kepentingan pribadi
• Prasangka terhadap hal-hal yang baru


Sumber:
Selasa, 23 April 2013
Posted by Afif Yulistian
Tag :

Boys Like Girls - Be Your Everything



Jumat, 07 Desember 2012
Posted by Afif Yulistian
Tag :

Lapisan Sosial Dan Kesamaan Derajat Dalam Ilmu Sosial (Dalam Masyarakat / Budaya)


Lapisan Sosial
Lapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat).

Pengertian
Definisi sistematik antara lain dikemukakan oleh Pitirim A. Sorokin bahwa lapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial. P.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan. Istilah stand juga dipakai oleh Max Weber.

Dasar-dasar pembentukan lapisan sosial
Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan lapisan sosial adalah sebagai berikut.


Kemudian adapun perbedaan sistem pelapisan dalam masyarakat

1. Ukuran kekayaan

Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, pa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.

2. Ukuran kehormatan

Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.

3. Ukuran ilmu pengetahuan

Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya(1).

Teori pelapisan sosial

1. Sistem stratifikasi sosial sering berpokok pada sistem pertentangan dalam masyarakat.

2. Sistem stratifikasi sosial dianaisis dalam ruang lingkup unsur-unsur;

a. Distribusi hak-hak istimewa yang objektif seperti misalnya penghasilan, kekayaan, keselamatan, wewenang, dan sebagainya

b. Sistem petanggaan yang diciptakan warga-earga masyarakat (prestise dan penghargaan)

c. Kriterian sistem pertentangan, yaitu apakah didapatkan berdasarkan kualitas pribadi, keanggotaan kelompok kerabat tertentu, milik, wewenang atau kekuasaan

d. Lambing-lambang kedudukan, seperti tingkah laku hidup, cara berpakaian, perumahan, kenaggotaan suatu organisasi dan selanjutnya

e. Mudah sukarnya bertukar kedudukan

f. Solidaritas diantara individu-individu atau kelompok-kelompok sosial yang menduduki kedudukan yang sama dalam sistem sosial masyarakat

· Pola-pola interaksi-interaksi(struktur clique, keanggotaan organisasi perkawinan dan sebagainya)

· Kesamaan atau ketidaksamaan sistem kepercayyaan, sikap dan nilai-nilai

· Kesadaran akan kedudukan masing-masing

· Aktivitas sebagai organ aktif(3)


Persamaan Derajat 

persamaan derajat  yaitu suatu pengakuan bahwa setiap manusia itu sama. Tidak dibedakan atas warna kulit, suku, agama, atau bahkan kecacatan fisik. Tetapi, secara kita tidak sadari bahwa dalam kehidupan kita bermasyarakatan ada suatu pengelompokan golongan-golongan masyarakat. Dari pengelompokkan tersebut akan terbentuk lapisan-lapisan yang sosial yang membagi masyarakat yang sering disebut lapisan sosial. Lapisan masyarakat ini biasanya dipengaruhi oleh keadaan hidup masyarakat, contohnya masyarakat perkotaan. Masyarakat kota akan dihargai apabila memiliki rumah dan mobil mewah, berbeda dengan masyarakat pedesaan. Masyarakat pedesaan akan lebih dihargai apabila memiliki hektaran sawah didesanya. Selain itu pula lapisan sosial ini membuat masyarakat akan ber etika sesuai dengan lapisan sosial, contohnya lapisan sosial orang menengah keatas akan lebih memperhatikan prilaku mereka dibandingkan masyarakat lapisan sosial bawah. Tentunya hal itu tersebut terjadi karena adanya lapisan sosial.



Kamis, 06 Desember 2012
Posted by Afif Yulistian
Tag :

Permasalahan Sosial dalam Ruang Lingkup Individu, Keluarga dan Masyarakat



Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.

  • Permasalahan Sosial dalam Ruang Lingkup Individu

Permasalahan sosial dalam ruang lingkup individu pada umunya terjadi karena pengaruh dari lingkungan luar, baik pengaruh positif maupun negatif. Masalah sosial dalam ruang lingkup individu juga terkadang timbul pada seorang individu yang kurang terbuka atau tertutup terhadap dirinya sendiri kepada orang lain. Masalah sosial yang timbul dalam ruang lingkup individu harus segera diatasi, karena individu lain dapat terpengaruh oleh individu tersebut. Masalah sosial dalam ruang lingkup individu dapat di atasi dengan nasihat, curhat, introspeksi ataupun motivasi yang membangun mental seorang individu menjadi lebih baik dan bersifat positif.
  •  Permasalahan Sosial dalam Ruang Lingkup Keluarga

            Permasalahan sosial dalam ruang lingkup keluarga  mayoritas terjadi karena ketidak harmonisan orang tua dalam rumah tangga. Masalah sosial ini cukup serius karena akan menggangu atau mempengaruhi orang lain seperti kerabat, tetangga ataupun anak. Seorang anak akan mempunyai masalah sosial dalam ruang lingkup individu akibat ruang lingkup keluarganya sendiri bermasalah. Masalah sosial dalam ruang lingkup keluarga dapat diatasi dengan musyawarah, menyelesaikan masalah yang ada di dalam keluarga dengan kepala dingin dan bijak dalam mengambil keputusan yang akan dipilih. Masalah sosial ini juga dapat di atasi dengan saran atau masukan dari luar seperti kerabat ataupun keluarga yang berdampak positif.
  •  Permasalahan Sosial dalam Ruang Lingkup Masyarakat
          Permasalahan sosial dalam ruang lingkup masyarakat merupakan permasalahan sosial yang dapat menyebabkan permasalahan sosial di dalam ruang lingkup lain seperti keluarga dan individu. Hal ini disebabkan karena masarakat menimbulkan dampak yang cukup besar terhadap seorang individu ataupun sebuah keluarga. Permasalahan sosial dalam ruang lingkup masyarakat pada umunya terjadi karena kondisi masyarakat yang tidak ideal dan harmonis. Permasalahan sosial dalam ruang lingkup masyarakat dapat diatasi ataupun dicegah dengan adanya pemimpin yang bersikap tegas dan bertanggung jawab terhadap masyarakatnya sendiri. Jika ada masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, harus diatasi dengan seksama / kekeluargaan, tidak dilakukan dengan tindakan anarkisme.


Minggu, 28 Oktober 2012
Posted by Afif Yulistian
Tag :

Labels

Afif Yulistian. Diberdayakan oleh Blogger.

Gunadarma

Label

< Sebelumnya
Selanjutnya >

- Copyright © Sebuah Kata Jadi Cerita -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -